Rabu, 14 Desember 2011

Keunggulan komparatif di Indonesia

Hai haaaaiiiiii..............kali ini q mau nge-share tugas paper dari dosen. Temanya tuuu tentang keunggulan komparatif Indonesia yang bisa bersaing dengan negara lain di pasar internasional. Dalam hal ini, q ambil salah satu komoditas SDA yang ada di Indonesia, yakni "CENGKEH".

Yuupp!! pikiran kalian bener sekali, pasti berkaitan dengan yg nmanya rokok (hihihi...sok taw yaa..). Emg cengkeh tu salah satu bahan yang dibutuhkan dlm pembuatan rokok, selain tembakau. Tpi jgn salah,, kegunaan cengkeh bukan itu ajja, msi bnyk yg lain. Fisiknya sih emg keciiil, tpi jgn salah muanfaatnya lbh bsr dri fisiknya.
Smoga, paper ni bisa membantu temen" yg barangkali membutuhkan. kalau ada kekurangan mhn di maaphkan.....

SULAWESI UTARA SEBAGAI PRODUSEN CENGKEH TERBESAR
DI PASAR INTERNASIONAL




                                                            

Di susun oleh :
Oktiandri Chopsoh Kusumawati
F0311092



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011



PENDAHULUAN

            Indonesia memiliki banyak sekali Sumber Daya Alam yang banyak diminati dunia. Bahkan beberapa komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan Indonesia hampir tanpa pesaing di dunia. Di bidang perkebunan misalnya, Indonesia merupakan penghasil cengkeh terbesar di dunia. Hampir semua Negara memerlukan komoditas ini dan permintaan terhadap komoditas ini akan terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan bertambahnya jumlah populasi dunia dan banyak berdirinya pabrik-pabrik pengolahan hasil-hasil komoditas ini.
            Sebagian komoditas-komditas tersebut dibeli oleh perusahaan-perusahaan luar negeri sebagai bahan baku industri, yang sebagian besar dilempar kembali ke pasar Internasional termasuk Indonesia. Bila hal tersebut dilakukan Indonesia sendiri tanpa harus mengekspor keseluruhannya ke luar negeri dengan memprodksi barang menjadi barang jadi atau setengah jadi dan melemparkan produk tersebut ke pasar lokal maupun Internasional dengan merek dagang sendiri, secara otomatis Indonesia dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar dan juga memiliki nilai tambah sendiri. Namun hal itu belum dapat dilakukan secara optimal karena beberapa faktor penghambat didalampersaingan yang semakin ketat.
            Era globalisasi berdampak terhadap perubahan bagi semua negaradi dunia dalam pedagangan Internasional. Dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadikan persaingan perdagangan antar Negara semakin ketat,tidak terkecuali di bidang pertanian dan perikanan. Semua perusahaan berlomba-lomba mencari peluang pasar Internasional dengan mendapatkan dukungan dari pemerintah masing-masing. Negara-negara besar seperti yang terdapat di benua Eropa, Amerika, Australia, Afrika dan Asia lebih memeperkuat infrastrukturnya sebagai faktor penunjang dalam memenangkan pangsa pasar Internasional. Hal ini merupakan kesempatan bagi Negara Indonesia dengan kekayaan alam yang berlimpah sebagai sumber bahan baku bagi Negara-negara industri atau Negara-negara yang sudah maju, disamping dipasarkan pula ke Negara-negara berkembang lainnya. Jadi Indonesia tidak perlu takut bersaing hanya karena beberapa faktor, yang nantinya bias diatasi bersama-sama.






PEMBAHASAN
           
Sektor pertanian sangat berperan penting dalam pembangunan nasional. Untuk itu pemerintah mulai mendorong perkembangannya dengan dicanangkannya Prioritas Pembangunan Pertanian Nasional tahun 2004-2009 yaitu “Revitalisasi Pertanian” yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan pembangunan ekonomi nasional. Salah satu tujuannya yaitu meningkatkan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing serta nilai tambah produk pertanian,dalam rangka mewujudkan sistem pertanian industrial berdaya saing dan meningkatkan kesjahteraan masyarakat pertanian.
Di bidang pertanian, Pemerintah telah menetapkan cengkeh sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Cengkeh merupakan salah satu komoditas andalan kedua, setelah kelapa sawit. Cengkeh merupakan salah satu bahan baku utama rokok kretek yang mencakup 80% produksi rokok nasional. Di samping pengaruh negatif rokok terhadap kesehatan, peranan rokok kretek dalam perekonomian nasional sangat nyata,antara lain menyumbang sekitar Rp 23,3 triliun dari perkiraan Rp 29 triliun penerimaan cukai rokok. Sumbangannya yang besar tehadap penerimaan Negara melalui cukai dan kemampuannya menyediakan lapangan kerja berskala besar menempatkan industri ini pada posisi penting dan strategis dalam perekonomian Indonesia. Tenaga kerja yang terkait  maupun baik langsung maupun tidak langsung dengan industri rokok kretek, yaitu di sektor pertanian, industri rokok dan perdagangan serta sektor informal sekitar 6 juta tenaga kerja.  Cengkeh merupakan salah satu komoditas andalan kedua, setelah kelapa sawit. Secara nasional, Sulawesi Utara merupakan salah satu dari 12 daerah sentra produksi cengkeh di Indonesia, yaitu Provinsi Nangroe Aceh Darussalam,Lampung,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,Banten,Bali,Sulawesi Tengah,Sulawesi Selatan,Gorontalo dan Maluku.
Clove is one excellent farms commodities in North Sulawesi,Indonesia. This commodity is the most used for cigarettes industry. Therefore, its role, nationally can improve the national economic growth. Clove productivity may still be improved by rejuvenating the clove plants as one of revitalization efforts. The revitalization of agriculture business upper and lower is attended, in one side, to provide the cloves availability for the needs of cigarettes industries, food and beverage industry, other industries, even for new industries formation and in other side, to help the farmers to improve their incomes.1
(Yolanda Pinky Rory.2008)
Perkebunan cengkeh ini dari tahun ke tahun mengalami perkembangan pesat. Hingga tahun 2006, luas kebun cengkeh tercatat 68.106 ha, yang sebagian besar dikelola oleh perkebunan rakyat dengan produksi cengkeh 8.860 ton.
Tabel 1. Luas areal dan produksi cengkeh di Sulawesi Utara
Tahun
Luas arael (ha)
Produksi (ton)
2000
43.438
6.264
2001
40.610
11.800
2002
40.610
12.800
2003
47.779
15.740
2004
76.081
5.026
2005
69.221
12.671
2006
68.106
8.860
Sumber. BPS Sulawesi Utara (2007)
Walaupun luas lahan yang digunakan untuk perkebunan cengkeh sedikit menurun, tetapi tetap berkisar sekitar 2% dari total luas lahan pertanian di Indonesia. Selain sebagai produsen, Indonesia juga sebagai konsumen. Berdasarkan penggunaannya, sebanyak – 63,6% konsumsi cengkeh nasional digunakan untuk industri rokok kretek. Konsumsi cengkeh dari tahun 1997-2002 menunjukkan kenaikan sebesar 21,9% yaitu dari 108 ribu ton tahun 1998 menjadi 138,5 ribu ton tahun 2002.

Tabel 2.
Perkembangan produksi dan konsumsi cengkeh, Indonesia, 1997-2002
Tahun
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
Produksi (ton)
90.007
59.479
59.479
67.177
52.903
48.513
50.158
52.665
Konsumsi (ton)
--
--
108.150
113.600
119.250
125.200
131.500
138.500

World Clove Report – July, 2003 

            Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia. Selain untuk rokok kretek, masih banyak produk turunan yang bernilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari tanaman cengkeh. Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh dan tangkai bunga. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga,daun dan tangkai bunga (gagang) adalah minyak cengkeh, eugenol (produk lanjutan dari minyak cengkeh yang banyak dimanfaatkan untuk fungisida, industri makanan dan farmasi), dan senyawa turunan dari eugenol untuk pembuatan insektisida (metyl eugenol) dan banyak digunakan oleh industry flavor (iso eugenol, eugenol asetat dan vanillin).
            Selain digunakan sebagai bahan baku rokok, bunga, gagang dan daun cengkeh dapat disuling menghasilkan minyak cengkeh yang mengandung eugenol. Minyak daun cengkeh Indonesia sudah dikenal di pasar dunia sejak tahun 1970, sedangkan minyak tangkai cengkeh baru mulai memasuki pasaran dunia tahun 1992. Sebagai bahan obat, cengkeh digunakan untuk kesehatan gigi dalam bentuk obat kumur,pasta dan penambal gigi. Produk lainnya adalah balsem cengkeh yang menggunakan minyak cengkeh sebagai komponen utamanya. Penggunaan bunga cengkeh sebagai bahan rempah dalam industri makanan, umumnya dipakai dalam bentuk tepung untuk bumbu masak, selain penggunaannya dalam bentuk seperti pasta dengan rasa dan aroma cengkeh.
In addition, unlike other cigarettes, clove cigarettes contain significant quantities of eugenol, which creates an anesthetic and numbing effect reportedly appealing to new smokers.As discussed, eugenol, a natural constituent of clove oil, is an active ingredient distinguishing.Clove cigarettes are sweetly aromatic, and some
numbing of the mouth occurs. The effect is to remove much of the unpleasantness of cigarette smoking for new smokers.2
(See section III.E(2). See Clove Cigarettes, at 537)

Saat in Indonesia masih merupakan Negara penghasil sekaligus konsumen terbesar cengkeh dunia. Dari segi agribisnis, kondisi tersebut menempatkan Indonesia untuk memiliki keuntungan komparatif dan kompetitif di bidang percengkehan.

PRODUKSI CENGKEH DI DUNIA

            Cengkeh merupakan bahan baku utama pembuat rokok kretek setelah tembakau. Indonesia merupakan negara penghasil cengkeh terbesar di dunia, yang kemudian disusul oleh Madagaskar dan Tanzania. Ketiga produsen utama tersebut sangat mempengaruhi pasar dunia untuk komoditas cengkeh. Karena ketiga Negara tersebut mempunyai Sumber Daya Alam yang sangat mendukung untuk mereka bersaing di pasar Internasional.

Two major producers, Indonesia and Madagascar, largely influence the market,which is currently stable according to interviewed traders. The world market is also influenced byseveral factors including aging trees in various producing countries, deforestation and the state of local processing and packaging facilities.3
(Nourane Doyen, 2006)

Pada tahun 2002, dari 79.371 ton produksi cengkeh dunia, sebanyak 63,0% diproduksi oleh Indonesia. Negara kedua dan ketiga penghasil cengkeh dunia adalah Madagaskar (19,7%) dan Tanzania (12,6%).







Tabel 3.
Negara penghasil cengkeh dunia, 2002

No
Negara
Produksi
Produksi


Dalam ton
Dalam %
1
Indonesia
50.000
63,0
2
Madagaskar
15.600
19,7
3
Tanzania
10.000
12,6
4
Srilanka
1.500
1,9
5
Komoro
1.000
1,3
6
Lainnya
1.271
1,5

Dunia
79.371
100,0

http://apps1.fao.org/servlet/XteServlet.jrun?Areas

Indonesia menjadi produsen terbesar di dunia dengan lebih dari setengah produksi dunia. Sedangkan Negara importer terkemuka untuk komoditas cengkeh adalah Singapura, India dan Uni Eropa. Pangsa pasar cengkeh ini menawarkan peluang yang bagus bagi Negara produsen, tidak menutup kemungkinan untuk Negara-negara berkembang lainnya menjadi importer.
World production of cloves amounted to around 90,000 MT in 2004, a decline of around 30% as compared to 2003, which can be explained by the drop of the Indonesian production (around 50%), Indonesia being by far the largest world producer with more than half of the world production.Singapore and India are the leading importers, Singapore being an “entrepĂ´t” and reexporting cloves to the East Asian region; India being a major consumer. The EU is the third world importer with Madagascar and the Comoros as major trade partners.Furthermore, they also believe that non-traditional markets with a high import potential, among which China, Vietnam and North African countries, might offer interesting market opportunities.4
 (Nourane Doyen, 2006)

Selain dari Indonesia, pohon-pohon cengkeh juga mulai ditemukan di Asia Selatan lainnya,di selatan Negara-negara Asia Timur, di Kepulauan Samudera Hindia dan di Amerika Latin. Berbagai produk dari cengkeh yang dapat dikomersialkan di pasar Internasional antara lain :

a.       Tunas bunga kering dan batang cengkeh, digunakan oleh industri rokok dan digunakan sebagai   bumbu dalam memasak.
                       
The dried flower bud, commonly named clove, and the clove stems are the main
commercial products. Generally they are hand picked when the clusters are ripe,
before the buds open. World cloves’ main market is the tobacco industry, Their other market is as a spice, either in whole or ground form, in cooking and for flavouring.5
  1. Tunas cengkeh, yang biasa digunakan dalam pembuatan parfum dan di industri farmasi.
Clove bud essential oil is used in perfumery and, though less frequently, in
pharmaceutical industries.6

c.       Minyak esensial, digunakan oleh industri makanan dalam produk daging,saus,acar,produk   kembang gula dan roti.
The essential oil is also used by the food industry in meat
products, sauces and pickles, confectionery and bakery products. The oil is a colourless or yellow liquid obtained in a yield of 11% to 17% on distillation of the spice. The quality is the best when the yield is included in a range of 15% - 17.7

d.       Minyak daun cengkeh, cairan coklat tua yang diperoleh setelah distilasi, digunakan     sebagai  sumber utama produksi eugenol, yang digunakan sebagai analgesik dan bahan baku produk kmia lainnya.
Clove leaf oil, a dark brown liquid obtained after distillation of the dry leaves in a yield of 2% to 3%, is the major traded clove oil. When rectified, the oil is pale yellow. Less expensive than the bud or stem oil, it is used as a main source for the production of eugenol, which is used as an analgesic and as a raw material for other chemical products such as vanillin.8

e.       Oleoresin cengkeh, diekstraksi dari batang atau tunas, bentuknya seperti pasta digunakan  sebagai bumbu dalam industry daging, makanan yang dipanggang dan diperdagangkan sebagai minyak esensial.
Clove oleoresin is extracted from the stems or the buds. Its flavour and odour is similar to the spice, to which it is sometimes substituted. It is traded as an essential oil and is mainly used as seasoning in the meat industry, baked goods or desserts.9
( 5-9 Nourane Doyen, 2006 )



            Selain Singapura, India dan Vietnam, Negara Amerika juga memiliki kemungkinan besar untuk menjadi importer cengkeh. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk Amerika dari berbagai kalangan, merupakan perokok.
Cigarette smoking increased in popularity more or less on a straight trajectory until the 1960's, and has declined since that high point.10  An estimated forty-six million adults (20.6%) of the U.S. adult population) are current smokers.11 An additional 3.5 million high school/secondary school age persons (19.5% of children 14-18) are current smokers.12




10 U.S. Surgeon General, Reducing Tobacco Use, fig. 2.1, at 33 (Adult per capita cigarette consumption and major smoking and health events, United States, 1900-1999). Exhibit US-1.
11  Centers for Disease Control and Prevention (“CDC”), Adult Cigarette Smoking in the United States: Current Estimate,http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/adult_data/cig_smoking/index.htm. (CDC,Adult Cigarette Smoking in the United States”). Exhibit US-2; Dep’t of Health and Human Services, Proposed Rule
on Required Warnings of Cigarette Packages and Advertisements, 75 Fed. Reg. 69,524, 69,526 (November 12,2010) (“FDA Proposed Rule on Warning Labels”). Exhibit US-3. The United States notes, however, there are other studies that put the figure much higher, at almost 70 million people.
12  CDC, Youth Risk Behavior Surveillance – United States, 2009, MMWR, Vol 59, No. SS-5, at 10

 

            Para pedagang dunia percaya bahwa keadaan pasar cengkeh saat ini dalam keadaan stabil dan keadaan ini sebagian besar dipengaruhi oleh Indonesia dan Madagaskar. Namun sepertinya Madagaskar harus berusaha keras untuk meningkatkan produksinya, mengingat pohon cengkeh di Madagaskar cepat tua.































KESIMPULAN

            Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Sulawesi Utara, karena di daerah ini didukung oleh keadaan iklim dan tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh. Selain itu,cengkeh mempunyai peluang yang baik untuk diterapkan oleh petani karena tanaman ini adalah tanaman multi fungsi, dimana semua bagian dari tanaman ini bias di manfaatkan baik untuk industri rokok, industri makanan dan minuman serta di industri farmasi.

            Dari industri-industri yang menggunakan cengkeh, industri rokoklah yang paling banyak menggunakan cengkeh sebagai bahan baku utama rokok kretek yang mencakup sekitar 80% produk rokok nasional. Sehingga peranan komoditas cengkeh melalui industri rokok kretek sangat signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

            Karena sangat dibutuhkannya komoditas cengkeh ini baik di pasar lokal maupun internasional, maka sebagai produsen terbesar, Indonesia perlu untuk merevitalisasi usaha agribisnis cengkeh. Dimana revitalisasi usaha agribisnis cengkeh ini diarahkan untuk penyediaan cengkeh bagi industri-industri lokal maupun internasional, peningkatan pendapatan petani sebagai  produsen cengkeh dan peningkatan sumber pendapatan Negara. Kekayaan alam cengkeh yang dimiliki Indonesia yang berlimpah harus tetap dijaga bahkan perlu ditingkatkan melalui kebijakan-kebijakan pemerintah dan kerjasama dengan petani cengkeh maupun kerjasama luar negeri agar Indonesia tetap menjadi produsen cengkeh terbesar di dunia.


























DAFTAR PUSTAKA


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, 2007,’Prospek Dan Arah Pengembangan Agribisnis Cengkeh’,dilihat tanggal 09 Oktober 2011, http://www.litbang.deptan.go.id/special/publikasi/doc_perkebunan/cengkeh/cengkeh-bagian-a.pdf

Doyen, Nourane, 2006,’The Market of Cloves in European Union’dilihat tanggal 09 Oktober 2011, http://epices-comores.com

Rori, Pinky, Yolanda, 2008,’Revitalisasi Usaha Agribisnis Cengkeh di Sulawesi Utara’,Pasific Journal,Vol. 1,no 3, hh 325-328,dilihat tanggal 09 Oktober 2011,


Siregar,Ahmad Ramadhan,2011,Analisis Disparitas Harga Dan Potensi Persaingan Tidak Sehat Pada Distribusi Cengkeh’, Jurnal Agribisnis, vol X,no 3, dilihat tanggal 09 Oktober 2011, http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/500/agriX3.pdf?sequence=1

Zanzibar clove farmers still await free market, dilihat tanggal 09 Oktober 2011, http://www.reuters.com/article/2009/01/26/us-zanzibar-cloves-idUSTRE50P08U20090126

0 komentar:

Poskan Komentar